Sunday, 28 May 2017

[K-Drama] High Society : Apa sih yang diributin?

Dari 10 orang yg gw tanya, 9 orang menyatakan dirinya nonton High Society tapi ga tamat. Cuman 1 orang ngaku tamat. Itu pun ga ngasih rekomen. Hampir semua bilangnya, malesin banget liat cewek2nya. Pada jaim dan aktingnya minta ditendang. Emang siapa sih ceweknya? Ternyata UEE. Well, gw ga heran sih... tapi gw dah pernah nonton dramanya UEE yang Ojakyo Brother 58 episode, gw ga heran sih, gw tau segimana aktingnya, dan kayaknya I can bear with it. Meskipun waktu itu nontonnya demi Joo Won. So... why not try it again this time? Kali ini demi Hyungsik. *uhuk, kekuatan cinta bisa mengalahkan segalanya hehehe*

Seperti judulnya, High Society menceritakan tentang kehidupan orang2 kaya di Korea. Para konglomerat, keluarganya dan orang-orang di sekitarnya. Sebenernya ceritanya menarik, karena banyak intrik2nya. Mulai dari perselingkuhan, perebutan harta dan kekuasaan, pernikahan beda kasta, dan pengkhianatan. Tapi entah kenapa eksekusinya jadi begitu membosankan. Kalo ibaratnya sayur lodeh, ini ga kerasa apa2. Gada gurih2nya. Plain aja. Datar......... Aku ga tau juga apanya yg kurang. Dialog2nya sih ga kaku2 amad. ada intonasinya kok.... cuman emosinya ga tersampaikan ke penonton. Chemistrynya  juga off banget. 

Agak kaget juga gw, karena drama ini agak beda pakem ama drama korea pada umumnya. Baru episode 4, udah pada pacaran. Biasanya kan drama korea suka tarik ulur asmara yang kadang lebay dan bertele2. Ini mah enggak. Langsung jadian... ciuman..... (eh bukan ciuman cuman nempel2in bibir doang. Gada feelnya hehehe). Terus, 12 episode berikutnya mo ngapain?? ini yang mulai bikin gw tertarik.

Ceritanya berpusat di kehidupan Jang Yoon Ha (UEE) dan Yoo Chang Soo (Park Hyung Sik), dua orang chaebol (anak konglomerat) yang sedang dijodohkan oleh keluarga mereka. Sayangnya mereka tidak saling tertarik malah sama2 naksir sama orang biasa yang ga punya kekayaan warisan. Yoon-ha malah naksir sama Joon-gi sahabatnya Chang-soo. Orang tua Joon-gi kerja jadi maid di rumah selingkuhan bapaknya Yoon-ha. Sementara itu Chang-su malah naksir Lee Ji Yi, pegawai tidak tetap di supermarket milik keluarganya. Simple. Gitu aja inti ceritanya. udah bisa ditebak kan jalan ceritanya..... Yaitu bahwa nanti mereka harus menghadapi keluarga mereka yg menentang hubungan cinta masing-masing pasangan ini.

Gw sih ga terlalu tertarik ama romantisme beda kasta yang udah sering diceritain di drama2 Korea. Bosenlah..... Udah banyak...... Yang bikin gw tertarik adalah kedua karakter Yunha dan Changsu adalah 2 orang yang sama2 mendambakan cinta dan persahabatan tulus bukan berdasarkan harta. Sebagai anak2 orang kaya yang kekayaannya ga akan abis 7 turunan, mereka sering merasa kalo orang yg deket sama mereka pasti sedang azas manfaat.... memanfaatkan harta dan kekuasaan mereka untuk kepentingan pribadi.

Kemudian ada seorang Choi Joon-gi yang dari keluarga miskin tapi bahagia dan penuh cinta. Joon-gi yang ambisius dan pekerja keras ini sudah jadi sahabat Chang-su dari SMA, dan terus jadi orang kepercayaannya di Supermarket milik keluarga Changsu. Ketika Joon-gi menjalin hubungan diam2 dengan Yoon-ha, Chang-su mulai meragukan ketulusan Joon-gi dalam menjalin persahabatan dengannya. Chang-su pun meradang dan merasa dikhianati oleh Joon-gi............ Sumpeh, gw ngerasa kalo Chang-su ini kayak cewe banget, suka maen perasaan. Dan sejujurnya gw ga ngerti apa sih yang diributin ama Chang-su sampe berantem pukul2an ama Joon-gi...... Ga penting banget sih alesannya. So what kalo tujuan Joon-gi jadi temen untuk mengejar jabatan. Tokh selama ini Changsu juga memanfaatkan kehadiran Joon-gi sebagai pengisi kesepiannya. Yah simbiosis mutualisma lah... 

Gw juga "ga ngerti" cerita ttg Bapaknya Yoon-ha, Mamanya dan selingkuhan bapaknya. Ga ngerti apa yang diributin sih...... Kalo mo hartanya, ya udah... ga usah mo status juga lah.... Kalo lu mempertahankan status sebagai istri yg sah... pura2 ga tau aja ama selingkuhan suami. Kalo udah ga tahan ya tinggal cerei aja... simple toh? heheheh....

Kasus perebutan tahta jabatan direktur yang diributin oleh kakak2nya Yoon-ha juga gw "ga ngerti" hahahha... maklum belum pernah jadi chaebol. Jadi sepertinya gw ga akan pernah ngerti. Orang-orang kaya tuh emang beda pola pikirnya ama kita2 yg hidup biasa. Buat mereka uang bukan tujuan utama, tetapi bagaimana caranya mempertahankan kekuasaan untuk memegang kendali. Sementara orang2 kayak kita dan Joon-gi masih mikirin gimana caranya ngumpulin duit sebanyak2nya. Jadi gimana? Joon-gi jahat apa enggak?? tonton sendiri aja ya... Gw ga mau nerusin ceritanya. Takut malah jadi spoiler....




Gw malah pengen nulis tentang penampilan Hyungsik di drama ini. Ini drama produksi tahun 2015, kayaknya drama ini, drama pertama Hyungsik berperan sebagai orang dewasa. Di drama2 sebelumnya dia lebih sering berperan sebagai anak sekolahan atau sosok muda dari tokoh utamanya. Emang mukanya masih pantes dipakein seragam SMA. Dan menurut gw Sung Joon agak ketuaan kalo mau dibilang temen sekelasnya Hyungsik. Kehadiran Hyungsik di drama ini malah menjadi daya tarik utamanya. Meskipun dia bukan tokoh utamanya, tetapi steal the light. Dan meskipun ceweknya actingnya masih kaku, tapi chemistry mereka berdua jauh lebih baik dari chemistrynya Sung Joon dan UEE. Well, untuk ukuran "actor baru" lumayan juga actingnya. Belom ada tatapan mematikan yg jadi andalan Min Min di Do Bong Soon, tapi emotion, passion dan affection nya cukup bisa dibaca oleh penonton... Well done, son!





Sunday, 7 May 2017

[K-Drama] Hwarang – Idola2 Saeguk

Akhirnya dengan penuh perjuangan, gw tamat juga nonton Hwarang. Gw biasanya sih suka ama cerita yang bertema harem in reverse. Tentang cewe yang terjerumus/terjebak, sengaja atau tidak sengaja, di dalam asrama/klub/kafe yang isinya cowok2 cakep. Kayak Sungkyungkwan Scandal, Coffee Prince, Scarlet Heart Ryeo, Hana Kimi Ikemen Paradise atau Ouran High School. Gw suka aja liat reaksi2 sekelompok cowok kalo ada satu cewek diantara mereka. Nah, Hwarang ini juga temanya mirip drama2 tsb. Cuman sayangnya, tidak semenarik drama2 diatas.


Ah Ro (Go Ah Ra) adalah cewek yang dipaksa jadi tabib di sebuah training camp yang mendidik cowo2 muda, cakep dan dari keluarga bangsawan untuk menjadi Hwarang atau pengawal raja Silla. Jadi ini macam akademi militer khusus, atau macam The musketeers di Perancis gitu kali yaaa….. Cowo2 ini sebelum jadi hwarang udah terkenal di kalangan sosialita Kerajaan Silla sebagai idol. Tiap2 orang udah punya penggemarnya sendiri2…. Macam fans club gitulah….. Padahal kalo diliat2 kayaknya cowo2 ini boleh dibilang pengangguran yang kerjaannya hang-out pagi, siang, malem di sebuah klab yang happening banget bernama Octa….. *haish…..*

Awalnya, drama ini menjanjikan banget, secara yang maen idol2 aja gitu…. Cowo2 boyband…. Flower boys..... Yang mana cakep2 dan cukup banyak adegan mandi barengnya….. *halah…. Maafkan tante2 haus adegan topless dengan pemandangan roti sobek. Atau roti sobek dalam toples…. Makin ga jelas*. Tapi lama kelamaan ceritanya makin ga penting dan makin ga menarik buat ditonton terus. Mungkin karena drama saeguk ini terlalu di-fusion sama kehidupan modern, jadi bikin yg nonton *setidaknya gw* rada mengalami gegar budaya alias culture shock alias pengen ngebashing mulu wakaka….. Maafkan….

Jujurly, gw ga kebayang ada idol2an jaman kerajaan Silla *kira-kira 1600 tahun yang lalu*…. Terus ada klab elit, ada cowo kemayu, ada ngedance ala boyband… Giliran megang pedang aja pada fals semua.....  aaaarrrrggghhhh….. bikin gw pengen garuk2 pala. Mana acting pemeran ceweknya agak ganggu. Alhasil gw berenti nonton di episode 5-6 gitu deh. Males lanjutin lagi. Dan thanks to penampilan Hyungsik di Strong Woman Do Bong Soon, yang bikin gw ketagihan nonton drama2 dia yang lain, maka gw lanjutin dah nontonnya ampe tamat. Demi Hyungsik seorang. Gw fokuskan ketertarikan gw pada ceritanya dia aja. Bukan ke Hwarangnya atau kisah cinta segitiga, atau tentang Ah Ro nya.


Oke. Hyungsik disini jadi Raja muda kerajaan Silla bernama Jin Heung. Ayahnya meninggal pada saat Jinheung masih berumur 8 tahun, maka dari itu tampuk kepemimpinan diambil alih sementara oleh ibunya, dan demi keselamatannya Sang Raja Muda ini disembunyikan dari publik hingga usianya dianggap matang dan siap menghadapi serangan dari berbagai pihak. Hanya saja, karena sang ibu terlalu sayang ama anaknya, maka si anak dianggap anak kecil mulu dan ga akan pernah siap jadi Raja. Hal ini yang bikin Jinheung meragukan kemampuan dirinya sendiri dan ragu2 untuk mengambil alih tahta kerajaan dari tangan ibunya.

Jinheung punya hobi menyamar jadi bangsawan biasa dan diam2 suka hang out juga di octa. Disitulah dia berkenalan dengan Ah Ro dan jatuh cinta. Dan ketika cowo2 idol di octa pada masuk Hwarang, Jinheung pun bergabung sebagai salah satu peserta didik dengan nama samaran Ji Dwi. Di dalam Hwarang inilah dia belajar berinteraksi dengan orang lain dan menjalin pertemanan dengan cowo2 yang bakal jadi pengawalnya itu. Seiring berjalannya waktu, Jinheung menyadari bahwa ternyata diantara Hwarang ada beberapa orang yang ga suka sama raja Jinheung – the faceless king, dengan berbagai alasan. So, bagaimanakah cara Jinheung merebut simpati para Hwarang? Dan bagaimana proses suksesi perebutan tahta dari ibu kepada anaknya? Well, sampe sini gw bisa menemukan benang merah cerita yang pengen gw ikutin sampe akhir. Sayangnya sekali lagi, jawaban diujung ceritanya tetep ga terlalu bagus juga.

Sungguh gw kecewa dan tidak terpuaskan sama ending ceritanya. Bukan karena tidak Happy Ending, tapi karena pertanyaan2 gw itu ga ada jawabannya. Mungkin karena cerita ttg suksesi kerjaan ini bukan cerita utamanya, atau karena Hyungsik disini hanya second lead actor saja,  jadi cerita dia ga dieksplorasi lebih dalam. Gw masih ga dapet jawaban kenapa tiba-tiba aja para Hwarang jadi berbalik membela dia. Dan kenapa konflik perebutan kekuasaan itu berakhir damai2 saja….. Malah cerita cintanya aja yang jelas jawabannya. Sayang banget dah…..



Eniwei, nonton Hwarang ini bikin gw makin galau, karena tatapan maut Hyungsik bertebaran di sepanjang drama ini. Hanya saja bukan cuman buat Go Ah Ra, tapi juga buat Park Seo Joon. Kayaknya malah lebih sering menatap mesra ke Park Seo Joon daripada ke Go Ah Ra… Bikin tante makin gemeeezzzz…… #plak. 

[K-Drama] Strong Woman Do Bong Soon dan Tatapan Maut Hyungsik.

Pernah ga sih waktu SD atau SMP jatuh cinta ama temen cowo yang menurut kita saat itu dia super banget. Super ganteng, super pinter, super keren (mungkin karena dia jago basket, jago skateboard atau apapun lah) dan kita naksir berat tapi ga pernah bisa jadian. Gw pernah. Lucu kalo inget. Baru liat atap rumahnya aja udah seneng, apalagi kalo bisa ga sengaja bertatapan mata. Berasa mo pingsan ke langit ketujuh… wakakak…

Ini juga yang dialami oleh Do Bong Soon (Diperankan oleh aktris cantik dan imut Park Bo Young). Bong Soon naksir Im Gook Doo (Ji Soo) dari SMP, sampe Gook Doo udah jadi polisi. Emang Gook Doo nya keren banget, dari kecil udah tinggi, cakep dan pinter, bikin Bong Soon makin minder dan ga berani bilang apa2. Apalagi Bong Soon merasa dirinya aneh karena punya tenaga besar dan kecenderungan ngerusak barang atau mencelakakan orang. Makanya dia sering merasa dirinya sendiri monster, ga pede dan menutupi dirinya yang sebenarnya. Apalagi selama ini ibunya selalu “merendahkan” dia dan membandingkan dengan adik kembarnya yang jadi dokter.


Sampai suatu hari Bong Soon bertemu dengan Ahn Min Hyuk (Park Hyung Sik). Cowo belagu, sok kecakepan dan suka membullynya. Tapi dibalik itu semua, Min Hyuk bisa melihat Bong Soon yang sebenarnya. Dibalik kekuatan monsternya, ada jiwa yang imut, baik hati, sayang keluarga dan ga tegaan.  Melalui mata Min Hyuk inilah (btw matanya Min Hyuk emang meluluhkan jiwa) Bong Soon bisa melihat dirinya sendiri yang sebenarnya. Min Hyuk juga membantunya untuk bisa mengontrol kekuatan dan mempergunakannya untuk membela kebenaran dan membantu orang yang kesusahan. ………… Errrrrr…… kok synopsis gw diatas, kayaknya ceritanya drama romantis banget yak?? Padahal aslinya ceritanya kocak banget. Lebih kuat unsur dodol2an dan lucu2annya dibanding dramanya.

Well, sutradara dan penulis skenario pinter banget nyusun cerita romantis dalam kemasan komedi. Ada adegan Min Hyuk ketembak dan Bong Soon ngebopong Minhyuk dengan BGM (background music) OST the bodyguard. “and I……. Will Always Love You…uuuuu” Jadi inget adegan Kevin Costner ngebopong Whitney Houston di film itu…… itu adegan fenomenal banget jaman dulu……… Terus kalo adegan Bong Soon ngerusakin barang, suka pake BGM nya Bionic Woman……. Wekekeke…….. *Eaaaa ketauan deh angkatan berapa gw……*

Udah lama gw suka banget ama Park Bo Young. Artis cantik yang kalo maen drama/film selalu dapet ama chemistrynya sama lawan mainnya. Di Oh My Ghosts, dia pas banget ama Cho Jong Suk. Speedy Scandal ama Cha Tae Hyun, Werewolf Boy sama Song Joong Ki. Semua nya dapet banget. Park Bo Young ini mukanya emang imut banget. Gw yg cewe aja suka liatnya, apalagi cowok. Btw, aktor2 itu pada baper ga ya, kalo acting ama Bo Young?


Di Strong Woman ini, chemistrynya juga dapet banget. Setiap adegan Bong Soon dan Min Hyuk berdua, selalu aja gw ikut deg2an. Banyak adegan2 romantis yang tak terduga, kayak pas mereka lagi latihan, tiba2 MH meluk BS dr belakang, pura2 jadi penyerang. Sumpeh itu gw deg2an banget liatnya….. Bukan cuman BS yang mendadak nelen ludah, gw juga ikutan….. wakakak…. Maafkan hati ini lemah terhadap yang gituan…….  Tiap kali MH menatap BS, gw yang lemes…. Bener2 “tatapanmu mengalihkan duniaku” dah. Siapa yang tahan ama tatapan Hyungsik…..

Alhasil, nonton Strong Woman ini membuat gw punya idola baru bernama Hyungsik. Berondong unyu2 lucu ini adalah member boyband ZEA. Jangan Tanya kpop ama gw… pengetahuan gw tentang kpop terbatas banget. Hanya yang beken2 aja atau yg pernah dateng ke Jakarta dan bikin kehebohan. Kalo ga bikin kehebohan kayaknya gw ga akan tau.  Nah ZEA ini kayaknya bukan dua2nya. Ga pernah ke Jakarta dan ga pernah ada kehebohan. Jadi gw liat Hyungsik kayak baru nemu mutiara yg terkubur dalam pasir…. *lebay dah* Dan sekarang gw jadi nonton semua variety2nya ZEA. Ternyata beberapa membernya ada yg familiar buat gw. Mereka sering jadi guess di acara2 variety kayak strong heart, happy together atau malah running man. Dan gw ga nyadar kehadiran mereka. Ckckck….. ahjumma., kemana aja lu?......  Soalnya kayaknya kalo di variety Hyungsik ga ngeluarin jurus tatapan mautnya sih…. Wakakaka.


Oh terus ada satu lagi kelebihan Hyungsik ini….. yaitu jakun nya….. wakakaka iya. Jakunnya…. Adam’s apple kalo bahasa kerennya…… (mungkin ada alesannya kenapa namanya Adam’s apple)……  Entah napa itu jakun perasaan nyolok banget. Nyangkut mulu di mata gw. Wakakak……. Seumur2 nontonin begitu banyak aktor korea, ga pernah gw merhatiin jakunnya. Entah napa jakun Hyungsik ini selalu keliatan aja…. Somehow I found it, very sexy…. Bikin dia keliatan lakik banget…. Tau kenapa dah… kayaknya otak gw aja yang ga beres wakakaka…..


[Anime] Tonari no Totoro : Membungkus sebuah kisah sedih

Adalah sebuah desa kecil di Saitama, Jepang bernama Sayama. Di desa ini pernah terjadi kisah tragis tentang seorang gadis yang diculik dan dibunuh pada tahun 1962. Sebelum nya penculik sudah melayangkan surat tuntutan kepada keluarganya untuk menyediakan sejumlah uang untuk menebusnya. Sang kakak pergi ketempat yang ditentukan dgn membawa uang palsu atas petunjuk polisi. Alhasil adiknya tidak berhasil diselamatkan, dan akhirnya sang kakak pun bunuh  diri. Kisah ini sudah jadi urban legend selama bertahun2 dan dianggap sebagai kegagalan terbesar kepolisian Jepang pada masa itu.

Kisah ini hampir dilupakan orang, sampai pada tahun 1988 Hayao Miyazaki melalui studio Ghibli membuat sebuah anime dengan setting desa Sayama. Dan orang pun mengkait2kan cerita anime ini dengan incident di Sayama. Meskipun demikian pihak Ghibli tidak membantah maupun tidak mengiyakan mengenai keterkaitan Totoro dengan tragedi itu.


Film My Neighbor Totoro sebenernya tone nya sangat ceria, lucu dan khas anak2. Cerita tentang 2 anak pemberani Satsuki (10-11 tahun) dan adiknya Mei (4 tahun). Satsuki dan Mei baru pindah ke sebuah desa di Saitama agar bisa dekat dengan rumah sakit yang merawat ibunya. Ayah mereka adalah seorang professor arkeolog di sebuah universitas di Tokyo. Rumah baru mereka adalah sebuah rumah tua, yang reyot dan hampir roboh. Sebagian penduduk desa menganggap rumah itu sebagai rumah hantu. Tapi Satsuki dan Mei tidak takut malah exciting terhadap rumah itu….. Well, sampai sini sebenernya ceritanya berpotensi jadi cerita horror sih…. Tapi Ghibli malah menceritakannya dengan ceria….

Dan menjalani keseharian mereka di rumah tersebut, Satsuki dan Mei bertemu dengan makhluk ajaib bernama Totoro. Uhuk…. Sebenernya totoro adalah salah pengucapan dari Troll. Tau sendirikan orang Jepang ga bisa baca 2 hurup mati berdekatan. Troll jadi Torollo jadi Totoro….  Kok malah jadi imut yaaa….. wakaka…. Dimata kedua anak itu, Troll bukanlah raksasa jelek mengerikan, melainkan makhluk lucu berbulu yang gendut, bulat, enak buat ditemplokin…. Wakakak…. Ketika Mei, sang adik, menghilang, Totoro inilah yang membantu Satsuki menemukan adiknya. 

Adegan Satsuki mencari adiknya inilah yang membuat orang mengkait2kan film kartun ini dengan Sayama Incident. Satsuki dalam bahasa Jepang berarti bulan Mei (bulan dimana pembunuhan itu terjadi). Nama Mei juga bisa berarti bulan Mei. Terus adegan Satsuki menjemput adikknya, bagaikan cerita sang kakak yang bunuh diri ketika mengetahui adiknya sudah meninggal……. Kemudian Desa Sayama. Terus nama rumah sakit ibunya, mirip dengan nama rumah sakit yang ada di daerah Sayama. Jadi kayaknya terlalu banyak kebetulan untuk tidak dikait2kan.



Sebenernya masih banyak teori2 lain yang menghubungkan film totoro dengan cerita2 yang agak kelam. Tetapi kalo kita blm tau cerita rumor itu, ga akan kerasa kalo film ini film sedih. Filmnya malah berkesan petualangan magis 2 orang anak perempuan....... Mungkin pesan moral yang ingin disampaikan oleh Ghibli adalah, Hadapi hidup dengan berani. Hadapi kesedihan dengan keceriaan. Dengan demikian hidup tidak akan terasa susah… So, nikmati saja keceriaan film anime ini.

Film ini sudah dibeli hak siarnya untuk di amerika oleh Disney Picture. Dan penayangan versi amerikanya diisi suara oleh Dakota Fanning dan adiknya. Buat gw yang udah berulang2 nonton film ini, Totoro selalu berhasil membawa keceriaan dalam hidup gw. Bikin gw membayangkan indahnya hidup di desa dan indahnya masa anak-anak...... Kemaren, dalam rangka The World of Ghibli, beberapa bioskop di Indonesia menayangkan film ini. Jadilah gw dan teman2 nonton di bioskop. Emang beda rasanya nonton di layar lebar....... 

Wednesday, 8 February 2017

[K-Movie] The Suspect : Kurang Apa Yaaa?

Gw bukan fans beratnya Running Man, variety show Korea terpopuler saat ini. Awal2nya gw nonton setiap episode, tapi lama2 bosen. Kalo gamenya ga menarik, atau bintang tamunya bukan aktor favorit gw, ga akan gw tonton. So, pas episode 175 bintang tamunya Gong Yoo, gw rada surprise. Secara Gong Yoo kan termasuk A-list Actor yang jarang dateng ke acara2 variety demi menjaga image. Haruslah gw tonton RM ep 175 ini ya....... dan...... gw suka........ kebeneran game2nya juga gw suka (gw paling suka rip tag game,yang robek2an tag nama di punggung fyi).

Gw demen kalo bintang tamunya ngasih perlawanan ke member RM. Kalah menang soal belakangan. Kan kalo member mah pasti lebih jagolah mereka, karena udah berulang kali syuting ini, pasti udah kenal pola2nyalah... Nah kalo bintang tamunya ngasih perlawanan sengit, baru OK nih...... Kayak om Gong Yoo, awal2nya masih malu2 dan rada bego karena ga ngerti aturan permainan. Tapi pas lama2 makin jago dan keliatan sifat kompetitifnya. Gw sukanya dia ga pake cara2 licik (meskipun itu kadang bikin game jadi lucu dan menarik) dia beneran berusaha untuk menang. Kayak Hong Jung Hyun di ep 314 (bikin gw ngefans ama dia).

Errr, kepanjangan introductionnya nih, Intinya Gong Yoo dateng ke Running Man karena dia lagi promo movienya yg judulnya The Suspect. So, penasaran dong gw.... Jadilah gw nonton film ini sebelum rame2 Goblin. 


Film yang dirilis tahun 2013 kayaknya hampir barengan ama Secretly Greatly nya Kim Soo Hyun. Sama temanya tentang mata-mata Korea Utara yang ditempatkan di Korea Selatan. Kalo Kim Soo Hyun jadi mata2 yang diabaikan bertahun-tahun, maka Gong Yoo jadi mata2 yang membelot. Sepertinya tahun 2013 tuh lagi booming banget film2 spy model gini. Well, gw sih demen banget film bergenre action-spionage model gini, tapi film spy nya Korea sering menceritakan sisi gelap seorang mata-mata yang bertugas. Ga kayak James Bond deh.....

Ji Dong Chul (Gong Yoo) adalah mantan petinggi militer Korea Utara yang membelot ke Korea Selatan, karena pemerintahnya membunuh istri dan anaknya. Dong Chul kemudian kerja sebagai supir pribadi seorang CEO. Menjalani hidup dalam diam dan berusaha untuk tidak menonjol. Hingga suatu hari sang CEO terbunuh, dan dia jadi tersangka utamanya. Dong chul tidak mau diam saja, dia berusaha membersihkan namanya. Dalam pelariannya, dia menemukan fakta bahwa anaknya masih hidup dan dijual ke China. So, pelariannya berlanjut hingga ke China.

Dari alurnya aja udah keliatan kalo film ini isinya penuh dengan adegan kejar2an seru, adegan berantem dan penyiksaan yang seperti biasa kalo film Korea visualisasinya suka brutal. Sepertinya Gong Yoo serius banget memerankan tokoh ini. Dia pun belajar beladiri Rusia dan melakukan semua adegan action tanpa stunt-man, termasuk adegan rock climbing dan skydiving. *Mmmmm.... halo om, apakah dikau mamang ijun kedua??? hahaaha...*


Apaaaa yaaaa..... film ini kurang apaaaa gitu?? Sepanjang hampir 2 jam, om Gong Yoo kayaknya cuman ngomong 15 kalimat. Senyum cuman 2 kali itupun durasi cuman 5 detik kali.... Selebihnya semua maen di ekspresi mata. Mata marah, mata sedih, mata menantang...... tanpa suara. Mungkin kalo dia bersuara bakalan jadi film romantis, bukan action. Secara suara si om ini mendesah2 sekseh hahaha.... *maafkan....* Ya gitu deh kekurangan sekaligus kelebihan film ini ya disitu kali ya... Aku sih lebih suka Secreatly Greatly karena unsur komedi nya lebih kuat. Kalo Suspect ini lebih ke action-nya yang ditonjolin. 

Eniwei, diluar itu semua, gw pengen komen tentang Park Hee Soon yang jadi lawannya Gong Yoo di film ini. Karakternya di film ini tuh galak, berangasan, kejam, ga mau ngalah..... etapi aslinya pas di Running Man ternyata orangnya clumsy banget. Gw ngakak2 terus liat tingkahnya dia. Polos banget gada rekayasa supaya keliatan keren gitu... apa adanya dudulz.... Gw pengen ngasih saran ama aktor2 film Korea. Kalo mau promo film action mendingan jangan dateng ke Running Man deh. Terus terang ngerusak image banget. Berhubung gw nonton RM dulu sebelum film ini, yg ada gw gagal connect ama karakternya Park Hee Soon di film The Suspect. Kalo liat dia marah bawaannya pengen nyengir mulu... hahahaha.... Maafkan.....

Sunday, 29 January 2017

[K-Movie] Silenced; Film Yang Merubah Undang-undang

Ga seperti drama Korea yang selalu bercerita tentang glamornya kehidupan di Korea, dengan cowo-cewe cakep bertampang oplas seliweran naek mobil mewah, maka film Korea lebih banyak bercerita tentang kelamnya kehidupan disana. Konflik sosial, keterbatasan ekonomi dan tekanan kehidupan karena norma2 yang berlaku di masyarakat Korea. Kayak filmnya ahjussi kesayangan gw Cha Seung-won yang judulnya A Day with My Son. Atau filmnya bebeb Ryu Jun Yeol, One Way Trip. Atau filmnya Gong Yoo ini yang mau gw review kali ini, Silenced.


Silenced (Dogani) bercerita tentang kekerasan dan bullying yang terjadi di sebuah sekolah tuna rungu di Mujin. Empat anak tuna rungu diperkosa dan dipukuli oleh kepala sekolahnya dan 3 orang guru sekolah itu. Karena mereka tidak bisa bicara, dan kehidupan mereka miskin, maka ketiga anak itu ga bisa bilang pada siapapun, hingga seorang anak tidak tahan dan bunuh diri. Ketiga anak yang lain pun ga bisa ngomong pada siapa2 karena selalu dipukuli dan diperlakukan secara kasar. Sampai datang Kang In-ho (Gong Yoo) guru baru dari Seoul yang berani mendampingi mereka di pengadilan.

Film ini diangkat dari sebuah novel yang berdasarkan kisah nyata yang terjadi di GwangJu, sebuah kota yang jauh dari Ibukota Seoul. Kasus perkosaan ini aslinya bagaikan di-peti es-kan. Para guru hanya dihukum ringan kurang dari 1 tahun. Dan masyarakat tetap men-judge anak2 tersebut..... Sepertinya orang Korea kayak orang Indonesia, kalo ada kasus perkosaan, masyarakatnya malah mencibir pada korban bukan pada pelaku kejahatan. *sedih* Apalagi kalo pelakunya adalah orang terhormat.

Ketika sedang menjalani wamil, Gong Yoo membaca novel ini, dan kemudian merasa bahwa cerita ini harus diangkat kembali agar penjahatnya bisa dihukum dan para korban bisa hidup dengan tenang. Jadilah Gong Yoo memproduseri film ini pada tahun 2011. Dan efeknya cukup dahsyat, sehingga kasusnya disidangkan kembali. Dan bahkan pemerintah Korea kemudian merubah undang-undang tentang kekerasan pada anak. Well Done, Ahjussi!! ternyata Gong Yoo masih punya idealisme dan patriotisme. Bukan cuman jualan tampang doang. Jadi makin suka.... *halah*

Kalo dari sisi cinematografi sih, film ini keliatan suram.... berkabut..... dan banyak adegan2 kekerasan yang digambarkan secara vulgar.... Gw nontonnya aja ga tega banget, sering nutup mata dan kadang ikutan nyesek liat penderitaan anak2 tersebut. Harus nahan2in diri kalo mau terus ngikutin jalan ceritanya. Mungkin emang gitu digambarkan untuk memberi efek dahsyat pada penontonnya. Dan konlik batin Kang In-Ho, sang guru baru, juga menyentuh banget....... Gong Yoo jadi cowo culun yang terjebak antara kebutuhan ekonominya dan rasa keadilan yang mengoyak2 hati nurani. Mungkin actingnya ga bagus2 amad. Tapi ekspresi ngeri dan sedih dalam diamnya, juara banget. Bikin gw ga bisa nyalahin Kang In-ho, cuman bisa ngelus dada.

Silahkan liat official trailernya....

Di Korea, nama Gong Yoo adalah jaminan Box Office. Apapun yang dibintangi ama dia, pasti ditonton orang banyak. Aktingnya selalu bagus. Mau jadi cowo jagoan (Suspect, She's on Duty), cowo culun (Silenced, Finding mr. Destiny), atau cowo biasa aja (A man and a woman, Train to Busan) semuanya berbekas di hati..... hati gw khususnya hahahaha..... Dan dia pinter milih skenario ceritanya. semua filmnya dia, pasti ceritanya menarik.

Well, banyak banget yang pengen gw tulis di review ini. Terutama tentang Gong Yoo, secara gw masih tergoblin..... Cara dia ber-sign language yang lembut banget.... perhatian dia pada murid2nya.... Kayaknya Gong Yoo suka anak kecil. Dan yang paling menyentuh adalah adegan terakhirnya.......... He doesn't forget.... setiap liat nama kota Mujin, Kang In-ho selalu tercenung sedih.... Ah sudahlah... nanti reviewnya jadi kepanjangan dan boring.

Secara internasional film ini dapet review bagus dimana2, Rata2 yang ngereview ngasih rate tinggi. Karena nonton film ini pesan moralnya kuat dan memberi dampak buat penonton, termasuk gw. So, gw harus ngasih rating 4,5 bintang dari maksimum 5 bintang. Rekomended banget buat ditonton. Apalagi disaat orang masih tergongyoo akibat Goblin. Dijamin kalian akan liat sisi lain dari dodolnya Goblin.... 

Saturday, 28 January 2017

[K-Movie] A Man and A Woman

Jujurly, gw paling ga suka ama film tentang selingkuh..... Males banget nonton film kalo tau temanya ttg perselingkuhan. A Man and A Woman ini adalah film tentang itu.... Awalnya gw gatau. Gw nonton karena dibilangin yang maen Gong Yoo dan ada banyak adegan suru2 nya hahaha.... Dan bener aja, baru 5 menit udah ada adegan hot nya aja.... Diiih, ini film be-ep bukan sik? hahahah....


Ceritanya sih tentang seorang pria dan seorang wanita Korea yang bertemu di Finlandia, terjebak dalam badai salju dan kemudian melakukan 'one night stand'. Well, ga night sih sebenernya siang2 aja gitu melakukannya. hahahahaha.... Kemudian mereka berpisah tanpa tau nama masing-masing. Si cewe balik ke Korea, lalu beberapa bulan kemudian si cowo muncul lagi dan CLBK eh HLBK (hasrat lama balik kembali) lah mereka. Sayangnya mereka masing2 udah punya keluarga....

Begitu tau ini pelem tentang selingkuh, gw males nerusin.... gw skip2 nontonnya.... etapi kok ada banyak adegan suru2nya nih?? Yang bener Gong Yoo berani maen pelem ginian?? hahahahha *langsung mupeng*....... Akhirnya gw ulang lagi dan coba ngikutin konflik ceritanya dengan seksama. Rumah tangga mereka masing2 memang bermasalah.... Keduanya berusaha sekuat tenaga untuk menghandle semua sendiri tanpa partnernya... Jadi disaat mereka bertemu, seakan mereka bisa melarikan diri dari beban rumah tangganya.... Hmmmm.... Apapun alesannya, gw tetep ga setuju ama perselingkuhan.

Well, sutradara film ini kayaknya emang mau bercerita tentang Sad Love Story. Tentang cinta yang tidak harus memiliki. Jadinya film ini meloooooooo banget. Not my cup of coffee. Gw ga suka tema-nya. Gw ga suka tone-nya. Jadi maaf gw ga bisa ngasih rate tinggi2. Yang gw suka cuman Gong Yoo's special skill in emotional kiss yang bertebaran dimana2.... Jadi gw ngulang2 adegan itu ajah haahahha *maafkan emak2labil lagi butuh penyaluran* hahahaha...

Gw pengen ngasih catetan soal penampilan Gong Yoo disini.... 
1. Dia jadi arsitek..... Pantes banget hahahha.... sebagai orang yang setengah arsitek, gw ngerasa arsitek tuh seharusnya style nya ya kayak Gong Yoo di film itu. Ga terlalu dandy, tapi 'bersih' (lebih rapi dari engineer pada umumnya. Pembawaannya tenang dan suaranya juga menenangkan..... *halah lebay* Beda ama Kim Shin yang fashionable
2. Gw suka banget liat tatapan matanya ke Jeon Do Yeon... Keliatan sedih, mendamba dan cinta banget.... Aduuuuh cewe mana yg meleleh hatinya kalo ditatap kayak gitu. Mata Gong Yoo sih emang udah mata sedih ya... tapi pandangan penuh cinta itu looooo.... belajar dari mana sih om.... *gemes deh*


3. Tumben gada pake2 baju yang diiklanin dia hahaha..... Gada jaket discovery expedition di film ini. Padahal ada cukup banyak adegan di musim dingin
4. Oia, nambah dikit, gw suka denger Gong Yoo ngomong engrish di film ini..... meskipun suaranya halus banget, nyaris ga kedengeran hahaha....